Friday, November 10, 2006

Bye..bye..Ramadhan

Lebaran udah lewat. Namun ramadhan tidak berlalu begitu saja. Dia meninggalkan rasa lega, lapang di hati, dan perasaan terbebas dari kesalahan-kesalahan yang tak terasa sudah selama satu tahun menjadi beban di hati. Wuaah…plong banget kalau aku bilang.

Karena waktu itu ada selisih paham dengan temen membuatku bingung bagaimana meminta maat. Untung aja moment ramadhan tidak lama datang. Maka kujadikan ramadhan ini untuk menyampaikan maafku.

Dan yang tidak mungkin terlupakan, karena ini merupakan bagian inti. Yaitu minta maat sama kedua orang tua. Tapi, berhubung Bapakku sudah tidak ada alias Almarhum, jadi aku sungkemnya sama ibu aja. Trus ke nenek dan ke 3 kakak perempuanku dan lanjut ke saudara-saudara, terakhir ke tetangga-tetangga.

Ramadhan kali ini bila dibandingin taon kemaren ada beberapa hal berbeda buatku. Ramadhan kali ini, ada kakaku yang tidak bisa pulang ke rumah. Jadi ga bisa ngumpul semua dech…(sedikit kecewa..!). Trus bedanya lagi, ramadhan ini, aku dah punya cowok…. hehehe…

Untuk dua perdaan di atas mungkin tidak terlalu penting bagiku. Itu hanya masalah perbedaan kondisi dan situasi saja. Yang penting adalah hikmah yang dapat aku ambil dari semua hal yang terjadi. Aku merasa aku lebih dewasa dalam menyikapi masalah, lebih sabar…dan selalu berusaha mengambil langkah ato keputusan menggunakan rasio dan logika tidak menggunakan emosi dan perasaan. Ya..meskipun kadang-kadang masih pake emosi dan perasaan, aku rasa…wajarlah. Cewek gitu loh hehe…. :D

Semoga yang aku pikir di atas tidak salah! Dan untuk semua pencapainku itu (yang aku bilang bahwa aku lebih sabar dan lebih mendahulukan rasio dibanding emosi.). Itu karena ada seseorang yang selalu mendukungku. Dia yang mengajariku kesabaran dan masih banyak hal lagi yang aku belajar dari dia. Jadi..aku pengen bilang. Makasih…makasih banyak atas semuanya.

3 comments:

bunsal said...

waa, ngepasin Hari Pahlawan nih yauw...

Nuwun Ngapunten juga yo Dik...
Sapa tau, walo 1x ketemu, dah ada khilaf kata dan laku...

gak sisan njajal smileysnya?
dah aku kirim looo...

Anonymous said...

iya sama2...ehm..tapi bukan semata-mata karena aku aja, itu adalah suatu penilaian dari hati kamu, dan kamu menganggap itu baik untuk dilakukan. Pertahankan aja mana yang baikmenurut mu. i miss u

mengutip *arena waktu itu ada selisih paham dengan temen...(itu bukan semata-mata kesalahn darikita atau kesalahan yang kita ciptakan, melainkan kita menjadi korban dari ketidakdewasaan dia, jd g usah diambil pusing. poin positifnya disini kita yang seharusnya meaafkan eh..malah kita yang meminta maaf) penting

Anonymous said...

aduh... update update Niq!